<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Legenda Roro Jonggrang on Pariwisata Budaya</title><link>https://pariwisatabudaya.com/tags/legenda-roro-jonggrang/</link><description>Recent content in Legenda Roro Jonggrang on Pariwisata Budaya</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Sat, 20 Dec 2025 09:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://pariwisatabudaya.com/tags/legenda-roro-jonggrang/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Candi Prambanan: Simfoni Arsitektur Hindu di Tanah Jawa</title><link>https://pariwisatabudaya.com/posts/candi-prambanan/</link><pubDate>Sat, 20 Dec 2025 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://pariwisatabudaya.com/posts/candi-prambanan/</guid><description>&lt;p>Terletak di perbatasan antara Yogyakarta dan Klaten, &lt;strong>Candi Prambanan&lt;/strong> berdiri megah sebagai salah satu mahakarya arsitektur Hindu tertua dan terbesar di Asia Tenggara. Kompleks candi ini bukan hanya simbol kebesaran spiritual, tetapi juga &lt;strong>perpaduan antara seni, legenda, dan kecanggihan teknik bangunan masa silam&lt;/strong>.&lt;br>
Sebagai &lt;strong>Warisan Dunia UNESCO sejak 1991&lt;/strong>, Prambanan menjadi saksi bisu kejayaan peradaban Mataram Kuno dan dedikasi manusia Jawa terhadap dewa-dewi mereka.&lt;/p>
&lt;h3 id="jejak-sejarah-dan-kejayaan-hindu-di-jawa">Jejak Sejarah dan Kejayaan Hindu di Jawa&lt;/h3>
&lt;p>Candi Prambanan dibangun sekitar abad ke-9 oleh &lt;strong>Rakai Pikatan&lt;/strong> dari Wangsa Sanjaya sebagai bentuk penghormatan kepada Trimurti — Brahma Sang Pencipta, Wisnu Sang Pemelihara, dan Siwa Sang Pelebur.&lt;br>
Struktur utamanya, &lt;strong>Candi Siwa Mahadewa&lt;/strong>, menjulang setinggi 47 meter dan menjadi pusat dari seluruh kompleks yang terdiri atas lebih dari 240 candi besar dan kecil.&lt;/p></description></item></channel></rss>